Hampir Semua “Diambil” Maan Nasim!!
Posted on November 29, 2009 by Ancora Sports | Categories: News | link
Source: The Flag
Mungkin benar apa yang di ungkapkan oleh Ketua Harian PGPI Nursalam Tabusalla saat melontarkan gurauan dalam acara prize giving Ancora Pro Series III di area Practice green Club Golf Imperial pada hari Jumat 30 October yan lalu, bahwa seri turnamen golf professional tersebut boleh juga disebut sebagai “Maan Pro Series”.
Pasalnya tiga seri yang telah dilangsungkan sejak pertengan tahun 2009 ini, semua jatuh ke tangan pegolf kawaka nasal Sawangan Maan Nasim. Bahkan bukan itu saja!, setiap kemenangannya pun diperoleh melalui catatan skor yang signifikan, seperti ketika dalam dua seri sebelumnya yang digelar di Gading Raya Padang Golf & Club serta Padang Golf Matoa Nasional, pegolf berusia 49 tahun tersebut mengemas skor 11 under dan 18 under, hingga dalam seri ke tiga ini ia menutupnya dengan skor 12 under untuk menciptakan sejarah ‘hatrrick’ kemenangannya.
Hal lain juga di sampaikan oleh tournament Director, Avie K. Utomo, kepada para touring pro Indonesia yang lain bahwa untuk dapat menjadi juara dalam seri turnamen local empat hari, sebaiknya semua berlatih dengan giat untuk dapat mencapai skor minimal 10 under selama Maan Nasim masih ada.
Keberhasilan Maan Nasim meraih juara dalam Ancora Pro Series III yang berlangsung selama empat hari ini mengukuhkan rekor terbaik kemenangannya dalam musim kejuaraan tahun 2009 dengan mengoleksi empat gelar juara setelah ia membukanya dalam RP Invitational 2009 di Lido Golf Club pada bulan Maret yang lalu, sekaligus menorehkan sejarah margin kemenangan terbesar di tahun ini dengan 11 stroke dari sang Runner Up, Hohannes ‘Irwan’ Dermawan yang mengemas skor total 1 under.
Menutup permainan hari pertama dengan skor 65 (7under), Maan langsung memimpin leader board yang diikuti oleh pegolf asal Bandung Jamel Ondo dengan skor 68 (4under) di posisi ke dua. Selanjutnya tidak satu hari pun posisi Maan ‘terancam’, yang di mulai ketika beberapa pegolf ‘langganan’ leader board justru ‘terpuruk’ di putaran kedua selain Sarmilih KZ yang berhasil mempertahankan kestabilan permainannya dengan skor 144 (even par) dan langsung menduduki posisi T2 bersama Jamel yang pada hari itu mengemas skor 76 (4 over). Namun tanpa di duga runner up Mercedes Benz Tour Masters Indonesia, Johannes ‘Irwan’ Dermawan, berhasil kembali menemuiritme permainannya dengan mengemas skor 67 (5 under) setelah pada hari pertama bermain 78 (enam over)untuk sekaligus menempatkan namanya dalam marquee flight kedua di hari ke tiga bersama Juara Raharja SK Widarsa Memorial, Junaidi Ibrahim dan pegolf ‘tuan rumah’ Jemin Saputra yang pada hari kedua juga bermain cukup bail dengan skor 70 (2 under).
Walau belum sedikitpun tergoyahkan di posisi puncak, permainan Maan Nasim di hari ketiga boleg dikatakan menurun setelah sempat ‘termakan’ triple bogey di hole 12 akibat drive shot nya melenceng kea rah danau buatan di sebelah kiri fairway dan menutup putaran dengan skor 73 (1 over). Hal tersebut bahkan diikuti oleh kedua pairingnya Sarmilih dan Jamel yang juga sama-sama mengemas skor 1 over sekaligus ‘melempar’ mereka ke posisi T4. Sementara itu Irawan dan Jemin justru berhasil menunjukkan peingkatan permainan mereka ketika berhasil menutup putaran ke tiga dengan skor masing-masing 71 dan 70 untuk menggantikan posisi Sarmilih dan jamel di tempat kedua.
Pada putaran terakhir Maan menunjukkan kelasnya sebagai pegolf Profesional Indonesia terbaik saat ini, walaupun sempat mendapatkan perlawanan yang sengit dari Irwan dan Jemin dalam leader flight. Skor 71 (1under) yang dikemas Irwan dan 72 (even par) yang dihasilkan Jemin ternyata sangat tidak cukup untuk mengimbangi skor 66 (6under) Maan Nasim yang meninggalkan green 18 debagai juara mutlak dengan skor total 276 (12 under).
Sementara itu tujuh pegolf amatir yang berhasil melewati cut line sebagai weekend players juga menujukkan persaingan yang cukup seru dalam perebutan The Lowest Amateur, walaupun secara perolehan skor mereka Nampak belum mampu untuk dapat menunjukkan kekuatan untuk dapat menaklukkan Lab Golf Imperial yang pada tahun lalu terpilih sebagai The Best Venue dalam Mercedes-Benz Tour 2008 tersebut. muncul sebagai The Lowest Amateur 2008 adalah pegolf muda belia asal kore yang tengah menjalani masa pendidikan di Indonesia bernama Chang Tae Hee dengan skor 302 (+14)
Dengan hasil diatas, peringkat Order of Merit PGPI sementara mengalami pergerakan kecuali pada posisi Maan Nasim yang kokoh berada di puncak dengan jumlah uang Rp.158.119.450, dimana Johanes Dermawan berhasil meggantikan posisi Andik Mauludin diperingkat ketiga dengan perolehan total penghasilan sebesar Rp.81.847.383, Begitu pun pegolf Cengkareng Hamzah Rachmadi yang sebelumnya menduduki posisi ke 21, kini berhasil mencapai peringkat ke 14 setelah meutup putaran permainannya di posisi T30. Nama-nama lain seperti I Nengah Dharma, Asep Suganda dan Michael Song juga diramalkan bakal mampu menembus persaingan 20 besar Order of Merit PGPI tahun 2009 dalam sisa dua seri terakhir. Sementara posisi Sarmilih KZ di tempat ke dua dengan jumlah penghasilan Rp.100.643.382, sepertiny masih cukup sulit untuk digeser kecuali Irwan atau Andik berhasil menjuarai turnamen kedepan di Palembang dan Gading Raya pada akhir November hingga aal Desember mendatang.
Namun apapun hasil dari sisa seri turnamen PGPI di tahun 2009 ini. Sepertinya akan sulit untuk menurunkan Maan dari puncak kejayaannya. Akrena hamper semua turnamen ‘diambil’ oelh Maan Nasim.