Menggarap “Bibit Unggul” Baru Dari Circuit
Posted on November 30, 2009 by Ancora Sports | Categories: News | link
Source: The Flag
Jika dikatakan tim golf Indonesia saat ini tengah berada di titik nadir, memang setidaknya demikianlah kondisi yang tengah terjadi. Karena hingga saat ini belum Nampak adanya indikasi regenerasi yang signifikan dari para pegolf junior di kelas A (17 tahun) keatas tentang siapa yang layak untuk menggantikan posisi Benny Kasiadi dan Hardjito sebagai anggota tim nas yang pada akhir 2009 ini segera beralih ke Pro mengikuti jejak Andik Mauludin dan Lydia Ivana Jaya yang telah satu tahun lebih mendahului mereka. Apalagi mekanisme untuk merekrut pemain nasional pun bukan merupakan perkara yang relative mudah untuk dijalankan.
Mengutip artikel yang pernah dilansir oleh www.beritagolf.com disebukan bahwa hingga saat hampir berakhirnya kepengurusan PGI periode 2005-2009, PGI tidak berhasil mempublikasiakan daftar rangking para pegolfnya. Jadi wajar saja jika setiap penentuan Atlit yang akan dikirim untuk memperkuat merah putih pada turnamen baik diluar maupun di dalam negeri selalu diwarnai silang pendapat tentang siapa saja atlit-atlit yang berhak menduduki posisi sebagai pemain nasional. Dan pastinya amat beresiko jika menentukan pemain nasional tanpa di dukung dengan database yang lengkap atau dengan kata lain menggunakan cara asal tunjuk.
Upaya PGI bidang pembinaan Junior yang ‘menggandeng’ Ancora Sports dan Perusahaan Gas Negara melalui penyelenggaraan PGN-Ancora Junior Circuit, tentunya ibarat menjalankan bahtera dengan bimbingan peta buta jika kondisi tersebut belum terantisipasi. Padahal dalam seri ketujuh yang diselenggarakan di PalmHill Golf & Country Club – Sentul pada tanggal 1 november 2009 yang lalu, beberapa pegolf junior mulai menunjukkan peningkatan prestasi mereka. Sebut saja Clement Erio Kurniawan yang bertanding di kelas “A” putra, berhasil menutup permainannya dengan skor 71 (1 under) sebagai Best Gross Overall Putra. Begitupun pegolf kelompok “A” Putri Ika Woro Palupi yang berhasil mengemas skor 67 (5 under) untuk meraih Best Gross Overall Putri.
Entah dimanapun posisi peringkat Clement Erio saat ini, walaupun dalam pemberitaan yang sempat dimuat dalam www.beritagolf.com beberapa waktu yang lalu, PB PGI telah menentukan nama-nama pemain nasional yang akan memperkuat tim golf Indonesia dalam Sea games ke 25 di Laos pada bulan Desember 2009 mendatang, dimana nama Clement termasuk dalam daftar pemain putera bersama Benny Kasiadi, Hardjito dan Rinaldi Adiyandono. Sementara Ika? Tentu akan menjadi pertanyaan para pengamat Golf nasional jika melihat jika melihat permainan luar biasa yang ditunjukkannya dalam PGN-Ancora Junior Circuit 7th ini, dimana dalam daftar pemain puteri untuk Sea Games telah terpilih nama-nama Agnes Retno Sudjasmin, Juariah, Inez Putrid an Marcella Pranovia. Mungkin ada pertimbangan lain, namun seyogyanya masyarakat mengetahui secara transparan mengenai dimana posisi rangking Ika dan para pegolf purti yang lain setelah melewati beberapa circuit junior PGI tahun ini.
Diluar semua itu PGN-Ancora Junior Circuit ini boleh dikatakan cukup kompeten untuk disebut sebagai sarana penghasil “bibit unggul” pegolf Indonesia dimasa depan, dimana hampir semua pegolf junior terbaik di Indonesia saat ini Nampak masih cukup rajin mengikuti persaingan demi persaingan yang selama ini digelar, seperti diantaranya di bagian putera antara lain Ujang Zarems, Bobby Tjahyo, Kow Elki, Peter Gumulya, Jordan Irawan dan lain-lain, sementara dibagian putri terdapat nama-nama “langganan” lima besar seperti Putri Aisyah, Nadya Tanjung dan Hashilla Rivai.
Sementara itu pegolf asal Graha Family, Samuel Moedjianto, yang bertanding dalam PGN-Ancora Junior Circuit 7th di kelompok “C” putra (9-10 th), juga berhasil meraih skor yang cukup mengesankan dengan mencetak skor 2 dibawah par (70), yang berarti unggul 1 pukulan dari Clement Erio. Namun Samuel hanya berhak untuk meraih trophy Gross C, karena menurut peraturan hanya pegolf dikelas “A” dan “B” yang boleh mengikuti persaingan Gost Overall.
Namun diluar itu semua, apapun system peraturan yang digunakan paling tidak dalam beberapa waktu kedepan PB PGI bidang junior diharapkan segera mempersiapkan metoda dan piranti khusus yang dapat dijadikan acuan bagi pengurus pusat maupun pengurus daerah, dalam mempersiapkan atlit-atlitnya agar dapat diperhitungkan dalam percaturan olah raga golf nasional dan Internasional. Sehingga dimasa-masa yang akan datang untuk menargetkan para pegolf kita menjuarai Sea Games, Putra Cup, Queen Sirikit Cup maupun Nomura Cup, bukan lagi merupakan hal yang dianggap sebagai “mimpi di siang bolong”.